fbpx

Untuk mendukung program pemerintah dalam menekan penurunan kasus stunting pada anak, Rumah Aqiqah bekerja sama dengan Pemkot Bandung menggalakkan Program Aqiqah Berbagi, Rabu (23/2) yang bertempat di Jl. Dalem Kaum No.56, Balonggede, Kec. Regol, Kota Bandung.

Acara tersebut dihadiri oleh Syahid Hasan selaku Presiden Direktur Agro Surya, Dana Vega Supriatna selaku Direktur Marketing Agro Surya, Istri Wali Kota Bandung, Umi Siti Muntamah.

“Saya sangat mengapresiasi Rumah Aqiqah yang telah meluncurkan Program Aqiqah Berbagi. Program ini bagus, nantinya akan disalurkan ke daerah yang rawan stunting, dan menjadikan anak yang beraqiqah tersebut menjadi Pahlawan Stunting Cilik. Mari kita dukung program ini untuk menekan angka stunting di Indonesia,” kata Siti Muntamah.

Menurut hasil riset Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) Kementerian Kesehatan yang dilakukan pada 2019, terdapat  5 juta bayi yang lahir di Indonesia setiap tahunnya. Sebanyak 27,6% di antaranya dalam kondisi stunting.

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu indikator terjadinya stunting pada anak bisa diukur melalui tinggi tubuh yang tidak mencapai 48 Cm dan kurang dari 2,5 Kg.

Rendahnya asupan makanan bergizi yang kaya akan vitamin dan sumber protein hewani merupakan salah satu faktor terjadinya stunting. Selain itu, kurangnya nutrisi pada ibu di masa kehamilan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak.

Potensi Sebaran Aqiqah Berbagi

Program Aqiqah Berbagi bertujuan untuk menjangkau seluruh daerah rawan stunting di Indonesia dengan cara disalurkan langsung kepada para penerima manfaat yang membutuhkan.

Adapun potensi sebaran manfaat dari Program Aqiqah Berbagi mencapai 34 provinsi di 260 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dari September 2020 hingga Februari 2021, Rumah Aqiqah telah membagikan 126 ekor hewan aqiqah yang sudah dipotong untuk diberikan kepada 5.040 penerima manfaat.

“Dengan adanya Program Aqiqah Berbagi yang diinisiasi oleh Rumah Aqiqah diharapkan bisa menjadi solusi untuk membantu pemerintah mengurangi aktivitas berkerumun di masa pandemi. Selain itu juga diharapkan bisa membantu keluarga yang hendak melaksanakan ibadah aqiqah dengan praktis, penuh manfaat, dan tepat sasaran,” kata Syahid Hasan.

Saat ini Rumah Aqiqah telah memiliki 22 kantor layanan yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Selain di Indonesia, Rumah Aqiqah juga memfasilitasi masyarakat Muslim di Singapura, Malaysia, dan Australia untuk menunaikan ibdah aqiqah dan kurban.